Keliling Dunia Ke Hong Kong : Financial Center

Oleh : Evi Yulianti, Penulis Novel dan Anggota KOMBIS

“Financial Center dan  sangat kaya akan budaya yang menjadi daya tarik utama dari Hong Kong,” ucap Bapak Ricky saat menjelaskan tentang Negara Hong Kong. Pak Ricky Suhendar adalah seorang warga Negara Indonesia yang saat ini sedang bertugas dan menjabat sebagai Konsul Jenderal RI berbagi cerita dalam kegiatan keliling dunia yang digelar oleh Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) pada Minggu (19/09/2021)

Jumlah warga Negara Hong Kong yang Lebih dari tujuh juta. Pastinya membutuhkan banyak tenaga kerja wanita khususnya dari Indonesia untuk membantu kegiatan sehari-harinya. Menurut data yang ada. Jumlah pekerja migrain Indonesia yang ada di Hong Kong sekitar 170 ribu jiwa. Dan sekitar 5 ribu jiwa terdaftar sebagai pelajar atau mahasiswa dari S1, S2 hingga S3.

Banyak pekerja migrain yang sukses bukan hanya menjadi pekerja migrain saja tapi juga sudah membangun usaha. Selain di wilayah Hong Kong ada juga warga negara Indonesia yang bekerja di Macau kota wisata yang banyak turis dan gemerlapnya kota. Terdaftar sekitar 5 ribu jiwa yang ada disana bekerja di restoran, hotel dan lain-lain.

Financial Center dan sangat kaya akan budaya menjadi daya tarik utama dari Negara Hong Kong. Bukan hanya pendatang dan budaya dari Asia tapi juga dari banyak Negara dan budaya ada disana. Untuk makanan juga sudah sangat banyak terdapat street food maupun restoran yang mudah dijumpai disana.

Banyaknya warga Indonesia yang ada di Hong Kong menjadi peluang usaha yang baik di sana. Usaha yang menjual makanan khas Indonesia maupun hasil karya dan brand local selain untuk mengobati rasa rindu mereka para imigran Indonesia juga menjadi cara untuk memperkenalkan produk local pada dunia.

Covid-19 di Hong Kong

Bapak Ricky datang dan bertugas di Hong Kong tepat awal 2020 dan tepat saat awal pandemic Covid 19 booming. Wilayah cukup aman. Kebijakan pemerintah sangat baik dipatuhi oleh warga dan ketat yang boleh masuk hanya residence. Warga Indonesia awalnya dilarang masuk. Tapi karena hubungan yang baik antara KBRI Indonesia – Hong Kong akhirnya warga Indonesia yang residence sudah diizinkan masuk.

Awal ada Covid-19 kami salaing bahu-membahu. Menyiapkan masker dan dibagikan pada semua warga hingga saat ini. Karena saat itu masker sangat langka berbeda dengan saat ini yang sudah tersedia banyak dijual umum.

Untuk hari kerja di KBRI terdapat 6 hari kerja. Setiap hari Sabtu libur dan Minggu buka kembali dengan tujuan untuk melayani warga dengan baik. Selama covid 19 sudah 600 warga Indonesia yang berhasil dipulangkan. Walau pun sempat merasakan kendala saat semua akses keluar ditutup.

Ada salah satu audience yang bertanya untuk bagaimana jika akan diadakan kelompok belajar dan kajian secara online dan akan dibantu langsung oleh pihak masjid raya pondok indah? Maka jawabannya sangat senang dan siap untuk memfasilitasi pembelajaran setiap warga Negara Indonesia yang mau belajar dan bergabung. Untuk waktu dan urusan lainya akan segera di follow up.

Lalu kembali ada audience yang bertanya tentang masjid dan makanan halal di Hong Kong. Ada 5 masjid besar di Hong Kong. Masjid yang tertua dibangun sejak tahun 1905. Kehidupan muslim di Hong Kong sangat harmonis. Warga Hong Kong juga sangat terbuka pada warga muslim Indonesia.

Tidak sulit untuk mencari makanan halal. Karena di sana juga terdapat toko-toko yang menjual khusus makanan Indonesia bahkan ada juga tempe mendoan di jual disana. Istilah halal food yang biasa kita dengar di Jepang juga ada di Hong Kong.

Categories: Uncategorized

Post Your Thoughts