Tantangan Dakwah di New Caledonia

Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) kembali menggelar program keliling dunia ke New Caledonia pada Minggu (18/07/2021) bersama narasumber Hendra S. Pramana (Konjen) dan Nanang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jamaah dari dalam negeri dan luar negeri.

Acara keliling dunia yang dipandu oleh Fadian Paham ini sudah keliling ke 71 negara. Berbagai hal menarik dan unik dalam setiap negara selalu diungkapkan oleh narasumber. Begitu juga ketika kita keliling ke New Caledonia.

Tentang Kaledonia Baru

Menurut Hendra, bahwa New Caledonia atau Kaledonia Baru bagian dari negara Prancis. Ia bukan negara berdaulat, sebab semua persetujuan dan aturan dari negara Prancis. Bahasanya pun menggunakan bahasa Prancis. Kaledonia adalah sebuah pulau kecil.

Kaledonia Baru juga ditempati oleh orang-orang Indonesia keturunan Jawa. Mereka menjadi warga negara di Kaledonia. Sehari-hari mereka masih menggunakan bahasa Jawa dan Prancis. Namun, saat ini hanya sebagian saja yang menggunakan bahasa Jawa, selebihnya bahasa Prancis.

Tantangan Dakwah Islam

Warga Kaledonia Baru masih banyak orang-orang keturunan Jawa yang beragama Islam. Namun, kebanyakan dari mereka hanya mengaku beragama Islam, tapi praktek keagamaan belum bisa dilaksanakan. Seperti sholat, membaca Quran dan sebagainya.

Komunitas Islam Kejawen ada di Kaledonia. Mereka perlu banyak bimbingan ajaran agama. Nanang merupakan guru agama dan pegiat dakwah di Kaledonia. Ia mengadakan keagamaan di Konsulat. Ia kerap kali datang ke pelosok-pelosok untuk mengajarkan agama. Ia mengajarkan orang tua terlebih dahulu, kemudian anak-anaknya. Nanang mengalami kendala dan tantangan tatkala harus menggunakan bahasa Prancis untuk berdakwah. Ada orang tua yang hanya menggunakan bahasa Jawa, karena tidak bisa berbahasa Indonesia.

Menurutnya, ada 15 orang yang sudah mau mengaji. Itu pun mengaji dengan hafalan saja, menggunakan Juz Amma. Sedangkan untuk belajar membaca Al-Quran belum terealisasi, sholat pun demikian. Semua harus dilakukan dengan pendekatan-pendekatan agar mereka pelan-pelan memahami agama Islam.

Masalah yang dihadapi pun sangat beragam. Selain karakter yang agak sulit, mereka juga mempunyai adab yang kurang bagus. Kurang sopan santun terhadap orang yang lebih tua. Nanang juga tidak banyak melarang ini itu, ia memperkenal Islam pelan-pelan agar merek bisa tergerak belajar sholat dan membaca Al-Quran.

Penanganan Covid-19

Saat ini, Kaledonia Baru bebas Covid. Karena sudah merasa bebas, maka orang-orang enggan untuk di Vaksin. Semua diserahkan ke individu masing-masing, mau di vaksin atau tidak. Pemerintah terus mendorong agar warga bisa melakukan vaksin. Karantina bisa dilakukan di hotel, tapi bayar sendiri.

Kontributor : Deni Darmawan

Categories: Uncategorized

Post Your Thoughts