Lebanon mempunyai Cara Mengatur 18 Sekte Agar Tetap Akur dan harmonis

Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) menggelar program tour online ke Lebanon bersama Duta Besar RI untuk Lebanon Hajriyanto Y. Thohari pada Ahad (14/1/2021) secara virtual. Perbedaan waktu  5 jam antara Lebanon dan Jakarta. Jika di Jakarta jam 7 pagi, maka di Lebanon jam 2 pagi.

Hajriyanto menuturkan tentang Lebanon dari berbagai aspek. Lebanon ibu kotanya adalah Beirut. Lebanon merupakan negara-negara arab yang dipersatukan dengan bahasa arab (nasionalisme linguistik). Negara-negara Arab mayoritas beragama Islam, tapi juga banyak beragama Nasrani, Yahudi.

Ada yang menarik dari Beirut terkait hari libur. Satu-satunya negara Arab yang libur pada hari Ahad. Biasanya negara Arab libur pada hari Jumat. Di Beirut ada masjid Al-Amin yang mempunyai 4 menara. Di dekat masjid ada gereja Saint George Cathedral yang cukup besar. Masjid Al-Amin berdiri pada tahun 2005. Sebelumnya adalah zawiyah seperti mushola atau langgar. Masjid disini sangat bersih dan unik. Kebersihanya dari terlihar dari tempat wudhu/toilet, lengkap dengan tissue, soundsystem bagus, imamnya ulama dan hafidz.

Perbedaan antara mutadayyin dan awam begitu nyata. Pakaiannya kontras, jamaah ada yang pakai jean, kaos, rambut dikuncir, tato, bahkan celana pendek. Saya berbisik ke teman Lebanon sebelah “Radika itu”hehehe. Namun, toleransi antar agama di Lebanon sangat tinggi.

Di Lebanon tidak ada kementerian agama. Semua dibagi sesuai jatahnya. Misalnya yang menjadi presiden dari kristen Maronit. Yang menjadi perdana menteri dari Muslim Sunni. Yang menjadi ketua parlemen dari Syiah. Yang menjadi kepala staf angkatan bersenjata Lebanon oleh Sekte Druze dan seterusnya di bagi sesuai porsinya masing-masing. Semua dibagi sesuai Sekte yang ada. Semua ada 18 Sekte. Penduduk yang beragama Islam dan Kristen seimbang. Kristen dibagi menjadi beberapa sekte seperti kristen Ortodok, kristen Armenia dan lainnya.  Islam juga dibagi menjadi Sunni dan Syiah.

Grand Mufti Lebanon adalah Dr Muhammad Abdul Latif Deriyad lulusan Al-Azhar Mesir. Sekjen bernama Muhammad Amin Al-Kurdi. Keduanya juga hafidz. Lebanon dikenal sebagai negara yang suka berdialog dan mempunyai peradaban. Lebanon suka menggunakan patung sebagai simbol keagamaan. Mempunyai 19 Universitas yang tua yang dibimbing oleh Misionaris dari Amerika. Ada America University of Beirut yang didirikan oleh Amerika dan Lebanon.

Umat Islam baru mendirikan Universitas bercorak Islam pada tahun 2000an. Kuliah jurusan umum di Lebanon sangat mahal. Setahun bisa ratusan juta. Madrasah Lazismu yang didirikan Muhammadiyah baru diresmikan di Lebanon. Bantuan LazisMu untuk anak-anak pengungsi Palestina di Kamp Chatilla-Beirut guna belajar ilmu agama Islam dan Al-Quran, bekerjasama dengan Yayasan Kepemudaan Lebanon-Palestina.

Lebanon juga mempunyai percetakan kitab yang bagus. Kitab-kitab yang sering dibaca oleh orang-orang Indonesia adalah cetakan Beirut. Kitab-kitab ulama terdahulu seperti Ihya Ulumuddin, Al-Muwatho dan kitab lainnya dicetak di Lebanon. Beirut masih tetap produsen kitab-kitab Turost dan menjadi ibu kota dunia pada tahun 2010 dan mempunyai percetakan pertama Arab.

Percetakan di Lebanon sudah moderen. Percetakan buku sudah ditemukan pada tahun 1600an dengan huruf arab. Percetakan pertama di Lebanon di Kozaya. Ada empat penerbit buku di Lebanon yang sangat bagus. Ada Dar Ihya al-Turath Al-Arabi, Dar Al-Ilmiyah, Dar Ibn Hazen, dan Dar Al-Fikr. Literasi baca warga Lebanon sangat tinggi d bandingan dengan negara Arab lainnya.

Di Lebanon kaya sekali dengan media koran, majalah, jurnal, TV-TV yang sangat beragama sesuai dengan sektenya. Namun hal itu biasa saja. Tetap rileks. Ketika pusat kesenian/hiburan bertetangga dengan tempat ibadah tidak ada yang sok prihatin.

Tata bahasa arab di Lebanon sangat bagus. Lebanon menjadi pelopor nasionalisme Arab dan modernisasi bahasa Arab (dekat dengan bahasa Arab Fusha). Kamus Al-Munjid, Muhitul Muhit (Butros Bustani) dan di masjid, gereja, presiden/ketua parlemen sangat menjaga bahasa Arab Fusha. Bahasa Inggris dan Perancis juga banyak digunakan di Lebanon. Jadi jika ingin belajar ketiga bahasa tersebut akan lancar jika ke Lebanon.

Lebanon termasuk arab Rif’an.  Yang termasuk arab Rif’an seperti Jordania, Suriah, Palestina, dan lainya. Arab Rif’an banyak yang menjadi orang pintar. Mereka banyak di Eropa, Amerika Latin. Ada yang menjadi dosen, perbankan, ahli teknik, dan sebagainya.

Presiden argentina keturunan Arab Rifan. Elsa Bukele ketuarnan suriah. Shakira keturunan Lebanon. Salma Hayek keturanan Lebanon. Philip K. Hitti dari Lebanon. Khalil Gibran dari lebanon, kota Bisara.

Perbedaan sekte tidak membuat Lebanon banyak konflik. Lebanon mempunyai cara sendiri dalam mengatur sekte termasuk pembagian politik. Banyaknya Sekte tidak perang agama, tapi menjadi sumber daya untuk memajukkan Lebanon.

Kontirbutor : Deni Darmawan

Categories: Uncategorized

Post Your Thoughts