Warga Brasil lebih Marah ketika Sepak Bola Dihina Ketimbang Agama

Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) gelar tour online ke Brasilia secara virtual pada hari Minggu (14/2/2021). Duta Besar RI untuk Brasilia Edi Yusup memaparkan sekilas tentang Brasilia, mulai dari komunitas muslim, hubungan bilateral, sepak bola dan sebagainya. Jamaah yang mengikuti tour online ke Brasilia dikuti oleh berbagai warga negara Indonesia yang berada di luar negari.

Edi Yusup mengatakan, bahwa Brasilia mempunyai hubungan baik dengan Indonesia. “ Dari zaman Presiden Soekarna hubungan RI dan Brazil sangat baik. Presiden Soekarna pernah meninjau lokasi jatuhnya tongkat Soekarna sebagai tempat berdirinya KBRI Brasilia pada tahun 1959 bersama Presiden Brazil J. Kubitschek. Indonesia menjadi mitra strategis RI di Amerika Latin (amlat), menjadi mitra dagang terbesar di Amlat, sumber investai dan turis asing terbesar,” terang Dubes RI Brasilia ini.

“Produk Indonesia seperti karet, aksesoris mobil, kapas, gandum, tembakau, jagung, dan sebagainya di kirim ke Brasilia. Sedangkan orang-orang Brasilia suka mengambil barang ke San Paolo.  San Paolo menjadi pusat dagang di Brazil. Infrastrukur juga maju. Barang-barang kebutuhan cukup banyak dan padat karena banyaknya mobil-mobil yang membawa barang dari San Paolo,” lanjutnya.

Edi melanjutkan,  penyebaran Covid-19 cukup tinggi di Brasilia. “Penyebaran Covid-19 cukup tinggi. Tembus sampai 44.000 sampai 50.000 yang terkena virus ini. Vaksinasi juga sedang dilakukan. Prioritas utama yang akan divaksin adalah tim medis, lansia usia 80 tahun keatas, setelah itu 60 tahun ke atas, kemudian pegawai negeri sipil dan sesudah itu baru masyarakat umum,” kata Edi.

Edi juga mengatakan biaya pernikahan di Brasil cukup tinggi. “Pernikahan di Brasil cukup mahal. Banyak orang-orang Brasil yang menikah di luar karena biaya yang murah. Seperti menikah di Bali. Selain ke Bali, orang-orang Brasil juga suka menikmati suasana pantai ke Pulau Mentawai,” terangnya.  

Ali Murtado yang juga tinggal di Brasil menceritakan tentang komunitas Islam. “Brasil mayoritas beragama Katolik, kedua Protestan dan Islam. Islam minoritas disini, kendati demikian, toleransi di Brasil sangat tinggi. Mereka selalu menghargai dan menghormati perbedaan agama,” papar Ali.

“Sekitar 1.5 juta umat Islam di Brasil.  Di Brasilia ada 2 masjid yang besar. Masjid akan ramai ketika ada Idul Fitri dan Idul Adha. Ada juga masjid Awaludin. Awalnya adalah mushola kecil, kemudian dibongkar menjadi masjid. Sedangkan di Rio de Janeiro hanya ada 1 masjid yang bernama masjid An-Nur. Imam bernama Syaik Adam yang juga fasih berbahasa Arab dan Portugis. Bangunan masjid disini mirip model masjid Timur Tengah. Bahasa yang digunakan di dalam masjid yaitu portugis dan bahasa arab. Setelah sholat subuh, biasanya di gelar kelas agama, mulai membaca Al-Quran, dan pendidikan agama lainnya. walaupun cuma sedikit namun ada beberapa anak-anak yang mengikuti kelas agama,” kata Ali yang cukup lama tinggal di Brasil.

“Umumnya warga Brasil tidak terlalu marah jika ada agama yang dihina. Tapi jika sepak bola dihina, mereka akan marah sekali. Melebihi marahnya dari agama. Fanatik sepak bola di Brasil sangat tinggi,” lanjutnya.

Hal senada juga datang dari Ria Uki KBRI di Brasil yang menuturkan bahwa tolerasi antar umat beragama sangat tinggi. “Toleransi disini sangat tinggi. Ketika mereka bertanya tentang Islam, sungguh-sungguh mereka ingin tahu. Pernah mereka bertanya tentang Ramadhan, kenapa harus puasa?, mereka bertanya sangat baik dan sopan. Ketika mereka bertanya tentang kerudung/jilbab, mereka betul-betul bertanya tanpa ada niat menghina,” lanjut Ria.

Ria juga menuturkan bahwa orang-orang Brasil pencinta kopi.  “Brasi juga penghasil kopi. Namun, penikmati kopi di Brasilia selalu memuji hasil kopi dari Indonesia. Kopi Indonesia mempunyai aroma dan citra rasa yang luar bisa, minum dan menghirup aroma kopi bikin suasana hati damai, aromanya membuat kami senang dan betah dirumah,” lanjut Ria Uki KBRI di Brasilia.

Kontributor : Deni Darmawan

Categories: Tour Online PSPI

Post Your Thoughts