Gereja Kosong, Tak Mudah Mendirikan Masjid di Belanda

Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) menggelar  tour online ke Belanda pada hari Minggu (17/1/2021) yang dipandu oleh Pak Al-Furqon, seorang mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan program S3. Dari negeri kincir angin, beliau memaparkan tentang Belanda.

Belanda dikenal sebagai negara kincir angin, tanggul, terompa kayu, bunga tulip. Negara kerajaan, terbuka dan liberal. Kehidupan di Belanda sangat beragam. Amsterdama menjadi ibu kota sekaligus pusat LGBT di dunia. Belanda yang mengakui pernikahan sejenis sebelum diikuti 20 negara.

Pasangan sejenis mendapat hak yang sama. Festival terbesar LGBT  digelar di Amsterdam dengan nama Monday Pink.  Perdana menterinya pun terindikasi gay. Ada juga warga Indonesia yang menikah dengan sejenis. Sewaktu Ust. Abdul Somad ketika ingin berdakwah di Belanda, banyak mengalami penolakan, sebab ada juga penggiat aktivitas LGBT orang Indonesia yang juga menolak.

Agama masyarakat Belanda adalah Kristen Protestan dengan didominasi Calvinism. Gereja dengan berarsitek ghotik kini sepi, kosong dan banyak ditinggalkan, bahkan ada yang dijadikan lapangan skateboard seperti di kota Arnhem. Kendati demikian, pemerintah masih mengalokasikan biaya untuk merawat gereja-gereja tersebut.

Gereja di Belanda

Di Belada, ada juga komuitas muslim yang bernama muslim hijmegan. Bahkan, Walikota Rotterdam adalah seorang muslim. Toko-toko halal juga banyak di Belanda. Orang-orang Turki dan Maroko mendirikan toko halal disana. Pemerintah tetap melindungi hak-hak orang-orang pribumi untuk mempunyai usaha dan toko di negeri kincir angin itu.

Berdasarkan Handbook of Holland bahwa jumlah Islam di Belanda sebanyak 8 persen. Komunitas di Belanda dari berbagai negara seperti Turki, Maroko, Suriname, Indonesia. Setiap komunitas mempunyai ciri khas negara masing-masing. Mendirikan masjid di Belanda menjadi tantangan tersendiri bagi muslim di Belanda.

Masjid Komunitas Maroko di Belada

Di Belanda tidak ada hari libur untuk agama Islam, libur hanya untuk agama Kristen. Namun, kehidupan beragama di Belanda tetap rukun dan saling menghargai dan menghormati

Seorang pembuat film fitna, Arnoud  Van Doorn masuk Islam dan keluarganya. Seorang politikus, Geert Wilders, menyebarkan propoganda, kebencian dan sentimen anti Islam. Namun, suara Geert tidak mewakili warga Belanda, ia melakukan itu hanya personal. Kendati demikian, orang-orang Belanda yang menjadi mualaf karena suka belajar dan membandingkan agama.

Masjid Al-Hukmah di Den Haag

Ada yang menarik, ketika ke Belanda, kita akan menemukan nama jalan Mohammed Hatta Straat dan juga Hatta Building, Nama ini diambil dari seorang tokoh Indonesia, Bung Hatta. Beliau pernah sekolah disini, namun saat kuliah tidak sempat menyandang gelar doktor, tidak sempat menyusun disertasinya, karena harus pulang ke Indonesia mengurusi kemerdekaan.

 Hatta merupakan tokoh yang suka membaca, hal ini dikarenakan, ketika beliau sebelum ke Rotterdam, mampir ke Paris. Disana banyak orang-orang yang suka membaca buku. Sehingga beliau sangat mencintai buku.

Masjid Komunitas Turki di Belanda

Budaya bersepeda menjadi ciri khas di Belanda. Bahkan, budaya ini terus dilestarikan dengan membuat kurikulum belajar bersepeda. Kincir angin banyak di Belanda. Bukan saja digunakan untuk menggiling gandum, tapi juga digunakan untuk pembangkit listrik. Jarang ditemukan di Belanda listrik mati.

Belanda juga dikenal dengan bunga tulip. Bunga tulip dibawa dari Turki. Kebiasaan orang-orang Belanda, jika ada hajatan akan selalu bawa bunga. Kebiasaan lain, yaitu minum kopi tanpa gula. Pahitnya kopi merupakan otentik.

Bagi ingin mendapatkan beasiswa melanjutkan studi ke Belanda, biaya hidup akan ditanggung Pemerintah Belanda. Kuliah S3 selama 6 tahun. Tantangan studi di Belanda yaitu bahasa. Kuliah di Belanda harus kritis. Belanda saat ini sedang mengembangkan teknologi artificial intellegence.

Belanda juga mempunyai sistem kelola air yang sangat baik. Saking bagusnya, Belanda jarang atau tidak pernah banjir. Air bisa diminum melalui kran. Sehat dan jernih untuk kesehatan. Kuota haji dari Belanda juga tidak perlu antri, asal KTP juga dari Belanda.

Al-Furqon, narasumber tour online PSPI ke Belanda dan mahasiswa S3 di Belanda.

Kontributor : Deni Darmawan

Categories: Tour Online PSPI

Post Your Thoughts