Delapan Jenis Rezeki

Ust. Adiwarman Azwar Karim

Menurut para ulama, ada 2 takdir yaitu takdir muthlaqoon dan takdir ikhtiari. Pertama, takdir muthlaqon yaitu takdir mutlak, yang tidak bisa diubah. Mendapat satu pahala ketika kita ridho menerima takdir Allah SWT.  Contohnya, ketika Allah tentukkan kedua orang tua dan kita ridho sebagai anaknya.

Kedua, takdir ikhtiari. Takdir yang diikhtiarkan, akan mendapat dua pahala ketika kita ridho menerima takdir Allah atas apa yang diikhtiarkannya itu. Contonya, kisah Siti Hajar ketika berikhtiar mencari air untuk anaknya, dari bukit Shafa ke Marwah. Min sya’aairillah menjadi pahala ikhtiar, sedangkan bolak-balik mencari air menjadi pahala atas keridhoan Allah SWT.

Diantara takdir ikhtiari, ada 3 hal yang menjadi rahasia Allah SWT, yaitu ajal, rezeki dan jodoh. Untuk masalah rejeki, ada 8 jenis bentuknya.

  1. Rezeki yang dijamin oleh Allah SWT. Bayi yang masih dalam kandungan, dijamin rezekinya. Begitu juga rezeki untuk semua orang. Sebagaimana Allah firmankan dalan surat Hud ayat 6. “Tidak ada satu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya”
  2. Rezeki khusus yang diberikan kepada orang-orang yang bertakwa. Dari sumber yang tak terduga. Sebagaimana Allah firmankan dalam surat At-Thalaq ayat 2-3. “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”
  3. Rezeki yang datang karena punya anak. Setiap anak membawa rezekinya masing-masing. Allah SWT firmankan dalam surat Al-Isra ayat 31. “Dan Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga (rezeki) bagimu
  4. Rezeki yang datang karena beristigfar. Dengan memperbanyak istigfar kepada Allah SWT, memohon ampun atas segala dosa, maka akan mendatangkan rezeki. Allah firmankan dalam surat Nuh ayat 10-11. “Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.”
  5. Rezeki yang datang karena menikah. Menikah karena niatnya ibadah karena Allah SWT. Sebagaimana dalam surat Annur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.”
  6. Rezeki yang diberikan Allah karena bersyukur. Sebagaimana dalam surat Ibrahim ayat 7. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan tambahkan (nikmat) kepadamu.
  7. Rezeki yang diberikan oleh Allah karena bersedekah. Allah SWT firmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 245. “Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (infak & sedekah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.”
  8. Rejeki yang datang karena usaha. Ketika ada seseorang yang datang ke Rosul, dan Rosul memegang dan menciuam tangan orang tersebut, tangannya kasar. Kegigihannya mencari rezeki untuk keluarga seperti orang yang berjihad. Allah SWT berfirman dalam surat An-Najm ayat 39. “Tidaklah manusia mendapatkan apa-apa kecuali apa yang dikerjakannya.”

Materi ini disampaikan oleh Ust. Adiwarman Azwar Karim ketika mengisi kajian pada hari Rabu (13/1/2021) ba’da Shubuh secara virtual

Categories: Kajian

Post Your Thoughts