Ponpes Nusantara di Tengah Bumi Amerika

Pendiri Pondok Pesantren Nusantara sekaligus ketua Nusantara Fondation, Imam Shamsi Ali hadir dalam program tour online yang digelar oleh Pejuang Subuh Pondok Indah pada Minggu (23/8/2020) secara virtual. Ini merupakan proyek Pondok Pesantren di Connecitut, Amerika. Dalam obrolannya dengan Pejuang Subuh, Ust. Imam Shamsi Ali menuturkan dan memperlihatkan secara fisik Pondok Pesantren Nusantara.

“Alhamdulilah, saat ini proyek pondok pesantren di Amerika di bagian Conneticut masih berjalan. Sekitar 2 tahun sudah kami membangun di tanah seluas 1,5 hektar. Tanah ini upper class. Banyak keturunan dari berbagai negara yang mengelilingi ponpes kami. Dulu, tanah ini dijual ke orang-orang Bangladesh. Karena tanah cukup luas dan tidak terurus, maka ditawarkan ke kita dan kita beli,” ungkapnya.

Imam Shamsi Ali melanjutkan, sambil mengelilingi lingkungan Ponpes Nusantara. “Ada gedung-gedung di Ponpes masih direnovasi, masih ada gedung-gedung tua, peternakan ayam, dan akan kami juga akan membuat peternakan lain seperti peternakan kambing, domba dan lainnya. Ditanah yang masih kosong akan kami buat rumah-rumah nusantara seperti rumah adat jawa, rumah adat padang dan rumah adat Indonesia lainnya. Kami ingin memperkenalkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya dan besar akan budaya, negeri mayoritas Islam di dunia. Stigma saat ini Islam terbesar itu hanya ada di Timur Tengah, bukan di Indonesia. Ini juga yang menjadi kegalauan saya. Jika tidak diberitahu anak-anak muda disini tidak akan mengenal Indonesia,” jelas Imam Masjid New York.

Imam Shamsi Ali memperlihatkan keramaian di lingkungan Pondok Pesantren Nusantara. “ Saat ini ada mobil-mobil yang terparkir karena ingin menyemarakkan dan menyambut kemerdekaan 17 Agustus dengan berbagai macam perlombaan. Mereka datang dengan keluarga. Jamaah dari masjid Al-Hikmah juga hadir disini, karena kami mempunyai relasi. Lapangan disini cukupa luas, ada fasilitas lapangan basket ball  dan swimming pool. Ini bukan kita yang buat, tapi memang sudah ada saat kami beli tanah ini. Jika ada orang-orang disini yang menganggu, FBI juga sudah menanganinya, namun kita pun melakukan pendekatan dengan cara Wali Songo, dengan cara makan-makan bersama, itulah ala Indonesia,” ujarnya.

“Kita juga mempunyai area di sebrang jalan sana. Disana juga sungai yang sangat bening dan masih terlihat hutannya dan pohonnya yang masih hijau-hijau. Disana juga akan kita bangun masjid, asrama dan dapur umum dengan program yang sudah kita canangkan seperti program leadership training, tahsin Qur’an, dan program-program yang akan kita susun saat musim panas. Ini semua menjadi rencana jangka panjang. Kita ingin Ponpes Nusantara ini sumbangsih dari Indonesia, bukan dari negara lain. 10 atau 20 tahun mendatang ponpes ini sudah jadi semua, ini semua hasil sumbangsih dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

“Tempat Ponpes Nusantara merupakan tempat yang strategis. Kami ingin menjadikan tempat ini bukan tempat mati. Tempat ini bisa menjadi destinasi wisatawan. Tempat ini juga deket dengan tempat wisata pemacingan, banyak tempat-tempat cantik yang dekat dari sini, sekitar 5-7 menit. Tempat kita juga dikelilingi Universitas terkenal seperti Yale University, Harvard University. Disini kita menyediakan para wisatawan tempat khusus jika mau menginap. InsyaAllah berkah,” lanjutnya.

Shamsi Ali juga menuturkan terkait pendirian perizinan. “Wilayah Connecticut dekat dengan partai Demokrat.  Mereka sangat bersahabat dan memberi kelonggaran. Kita selalu mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, mulai dari standarisasi pintu yang anti api dari setiap kamar dan aturan lainnya. Selama kita patuh dan memenuhi peraturan semua berjalan dengan baik. bukan karena Islamya, tapi hal terkait administrasi saja dan persyaratan lainnya. Ponpes ini juga master plannya di design oleh Ridwan Kamil. Selama dua tahun beliau pernah juga tinggal disini. Secara khusus saya meminta kepada beliau. Kita juga dalam membangun ponpes tidak saja bersandar dengan donasi, tapi juga membuat tempat-tempat usaha untuk perputaran ekonomi dan mandiri,” tutupnya. (dedar)

Categories: Berita Dunia

Post Your Thoughts