PS-MRPI Gelar ‘New Zealand Tour’

Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) kembali menggelar kajian online ba’da subuh. Selain menghadir para nasumber, sesudahnya ada obrolan hangat dengan saudara-saudara kita dari mancanegara. Yang menarik kajian hari ini (7/6/2020) selain membahas kajian tadabaur Qur’an yang disampaikan oleh Dr. KH. Fahmi Salim, PS-MRPI juga menggelar business series dengan  ‘New Zealand Tour’  bersama Dubes New Zealand (NZ) Tantowi Yahya dan Dr. Reza Abdul Jabbar, seorang pengusaha yang sukses di NZ. Turut hadir Zulkieflimansyah Gubernur dari NTB

Reza keliling diladangnya ‘New Zealand Tour’

Tantowi Yahya sangat mengapresiasi dan bangga memiliki seorang Ust. Reza Abdul Jabbar. “Beliau tidak hanya sebagai pemuka agama yang membawa Islam yang ramah, tapi juga seorang pembisnis, peternak yang berhasil di New Zealand. Jika Ust. Reza ingin menjadi warga negara NZ, pasti akan digelar karpet merah” ungkap Tantowi.

“Selain sektor pertanian dan peternak, pariwisata juga menjadi industri yang berkembang. Karena covid-19 dampaknya pariwisata menjadi sepi. Namun sektor pertanian, peternakan tidak terkena dampak. Sektor pertanian menjadi primadona disini.  Apalagi NZ mempunyai koperasi pontera yang memasarkan produk-produk anggota, semua di handel koperasi, jadi para petani dan peternak tidak pusing. Sebab hadirnya koperasi menambah keuntungan untuk anggota dan meluaskan distribusi produk,” terang dubes NZ ini.

Reza Abdul Jabbar kemudian mengajak para jamaah Pejuang Subuh melalui virtual ke ladang peternakannya. Dengan mengedarai mobil, Reza mengajak keliling jamaah. “Semua faktor linkungan sangat diperhatikan di NZ, termasuk sungai ini. Untuk menjaga ekosistem, kami menanam pohon. Jadi bagi pemuda, pelajar dan siapa saja bisa belajar beternak disini. Yang penting harus punya mental pejuang” terangnya di saat suhu 4 derajat.

“Lahan yang kecil akan membuat ongkos industri lebih mahal,” lanjut Reza.

ada 10 karyawan diladangnya, ini salah satunya

Apresiasi juga datang dari Gubernur NTB. “Kami ingin mengundang Ust. Reza agar bisa ke NTB. Sebab mempunyai daerah yang sesuai dan cocok dengan NZ. Ust. Reza bisa memilih daerah mana yang bagus di NTB, semua kami fasilitasi dan gratis. Bahkan NTB sudah menjadi halal tourisme,” ungkap Zulkieflimansyah penuh harap.  

Kajian Online yang digelar PS-MRPI sangat banyak sekitar 500 lebih participants dari berbagai kalangan. Dari kalangan pejabat, pengusaha, aktivitis masjid dan lain sebagainya.(den)

Categories: Berita Dunia

There is one comment

Tinggalkan Balasan ke Widodo Cancel