Rahasia Doa Dalam Ramadhan

Oleh : Ust. Dr. Luthfi Fathullah, MA.

Selama Ramadhan Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) menggelar kajian online spesial Ramadhan pada Selasa (05/05/2020) yang disampaikan oleh Ust. KH. Dr. Luthfi Fathullah, M.A dengan tema “Rahasia Doa dalam Ramadhan”. Berikut inti sarinya.

Ditengah pandemi corona kita berdoa, sebagaimana jika seseorang terdampar di laut kemudian berdoa agar selamat. Saat ini, begitu banyak dampak dari covid-19 yang amat luas seperti di PHK, dipecat, dan sebagainya.

Bapak-Ibu ada yang mempunyai simpanan uang, mungkin dolar di sebelah pokok kamar kita. Simpanan itu dibaratkan seperti doa.

Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah mengenai puasa ada di ayat 183, 184, 185, ada ayat tentang doa di ayat 186. Allah menyelipkan tema lain yaitu doa kepada Allah. Allah Swt berfirman “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.”

Banyak hamba-hamba Allah hari ini yang kesulitan, tapi tidak memanggil Allah (berdoa). Simpanan itu yang kita harus ambil dengan berdoa. Jangan bilang susah kalo berdoa, sebab yang mengambulkan adalah Allah. Buat Allah gampang aja, tinggal hambanya aja yang mengajukan (berdoa). Seorang hamba harus percaya kepada Allah.

Diantara keutamaan Ramadhan ada Amalan pendukungnya diantaranya adalah doa. Amalan pendukung yang paling besar adalah doa. Sebab, Allah menyisipkan ayat doa di ayat-ayat Ramadhan. Kebutuhan Ramadhan itu banyak banget. Kayak kebutuhan baju lebaran, mudik, dan sebagainya. Oleh sebab itu, kita harus berdoa.

Diantara pendukung doa ada waktu, tempat dan objek. Misalnya tempat, berdoa di Mekkah Masjidil haram dekat ka’bah, ini mustajab. Doa dari segi waktu, pada 1/3 malam berdoa. Bersamaan dengan ibadah-ibadah lain yang juga mendorong doa kita. Durasi doa di waktu lain mungkin sedikit, tapi di ramadhan, apalagi di PSBB, mungkin doanya lebih lama. Lagi i’tikaf, setelah taraweh kita berdoa.

Doa harus proposional, jangan melulu minta duniawi, tapi harus lebih banyak ukhrawi. Minta ampunan kepada Allah dulu setelah itu baru yang lain. amalan taraweh, puasa, zakat fitrah, qiyamul lail keutamaanya adalah ampunan dosa dari Allah.

Keistimewaan doa adalah semua keperluan bisa di sampaikan. Apalagi saat pademi Corona saat ini, bisa banget doa kita di ijabah agar terhindar, sembuh dari Corona. Doa bisa dilakukan setiap saat walaupun ada waktu yang mustajab. Doa bisa pakai bahasa apa saja selain bahasa arab.

Allah janji akan mengijabah (mengabulkan). Permintaan apa saja bia kita ajukan. Ada doa yang diijabah langsung tunai, ada yang ditunda, ada yang diganti lebih baik, dan diganti saat di surga. Yang paling keren nanti dibayar di surga. Cuma manusia penginnya ketika doa maunya tunai.

Sayang sekali dan amat rugi jika manusia kagak mau doa. Doa kagak ada yang rugi, rugi malah kalo tidak berdoa.

Adab berdoa pertama dengan mengucapkan istigfa. Kedua tahmid, kemudian sholawat. baru kemudian isi doa. Istigfar itu duluan, ibarat ada pintu, kita buka dulu pintunya. Bukanya dengan istighfar. Penghalang doa itu karena dosa kita, maka diawali dengan beristighfar. Kemudian setelah pembukaan doa, urutan isi doa adalah minta ampunan, minta ridho, selebihnya boleh minta duniawi, sebelum ditutup pakai sholawat dulu, kemudian tahmid.

Allah maha berkendak, tidak bisa di dikte, tapi Allah bisa kabulkan doa kita. Doa dalam kondisi seperti ini pandemi dan PSBB, insyaAllah akan kabulkan apalagi di Ramadhan. InsyaAllah

Categories: Kajian Hadis

Post Your Thoughts