Bukti Ketakwaan Hati

Oleh : Ust. Salman Al-Farisi, Lc. M.A

Pimpinan Pondok Pesantren Ruhama Al-Fajar

Selama Ramadhan 1441 H Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) akan menyelenggarakan kajian online ba’da subuh dengan narasumber-narasumber yang berkompeten. Berikut kajian online pada hari Sabtu (02/05/2020) bersama Ust. Salman Al-Farisi,Lc. M.A Pimpinan Pondok Pesantren Ruhama Al-Fajr dengan tema ‘Bukti Ketakwaan Hati”. Berikut inti sari yang beliau sampaikan.

Didalam sabdanya  Nabi pernah berkata “ Takwa ha huna” Takwah itu di hati. Menjadi pangkal dan stasiun. Berbicara Takwa ada di hati yang kemudian diaplikasikan dalam amal shaleh untuk mengarungi kehidupan. Terlebih suasana pandemi Corona saat ini. Optimalkan ibadah di rumah saja.

Seseorang yang menghadirkan takwa di hati akan merasakan Allah itu ada dan dekat. Biasanya kita ke masjid, sekarang ibadah di rumah. Mampukah kita menghadirkan ibadah seperti di masjid di rumah. Jika ia mempunyai takwa, dia akan merasakannya.

Contoh lain, ketika ada orang Indonesia tawaf di ka’bah merasa dekat dengan Allah. Namun ketika kembali ke Indonesia dia tidak merasakan kedekatan kepada Allah kecuali di depan ka’bah. Maka dia belum bisa memahami bahwa takwa ha huna. Takwa itu di hati.

Ketika saya di Mekkah disuruh pulang oleh guru saya. Kurang apa disana, mau sholat di masjidil haram yang pahalanya 1000 x lipat. Semua bisa saya lakuin di sana. Saya merasa dekat dengan Allah. Begitu banyak kemuliaan dan keutamaan yang bisa saya lakukan. Namun, guru saya meminta agar kembali ke Indonesia. Sedih memang, tapi ketika takwa itu sudah ada, kita bisa merasakan dan beribadah seperti ditempat-tempat mulia.

Di Indonesia, kita juga bisa merasakan agungnya kemegahan masjid. Kita juga bisa mengucapkan salam kepada nabi tanpa harus berziarah ke Madinah. Hal itu bisa kita lakukan di rumah disuanana pandemi ini. Ibadah di rumah dengan takwa akan menghadirkan dan dekat dengan Allah, sebagaimana kita berada di Mekkah, Madinah atau di Masjid. Spirit itu bisa bawa dan hadirkan di rumah selama takwa itu di hati.

Masjid hanya sarana dan fasilitas saja. Rumah bisa kita hadirkan sebagai masjid tempat kita beribadah ketika suasana pandemi saat ini. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan di rumah. Setiap kegiatan amal sholeh yang kita lakukan akan tercatat rapih oleh Malaikat Raqib. Kita kuatkan ibadah bersama keluarga. Habis berbuka dan menjelang Isya, kita siapkan beribadah sholat isya dan taraweh berjamaah bersama keluarga.Kemudian membaca Al-Quran secara rutin.

Dari kegiatan ibadah Ramadhan ujung dan hasilnya adalah takwa. Coba kita bayangkan berapa kali ramadhan yang kita lalui, hingga usia kita hari ini. Ramadhan kali ini, bisakah kita buktikan jika kita bertakwa kepada Allah, dengan memaksimalkan ibadah dan menghadirkan Allah saat beribadha di rumah.

Jika seseorang bertakwa kepada Allah akan dijanjikan jalan keluar terhadap masalah tersebut dan akan memberikan rizki dari arah yang tak diduga-duga. Dalam hadis Qudsi setiap amalan  itu untuk bani adam kecuali  ibadah puasa. Puasa adalah ibadah hati bukan ibadah perut. Takwa menjadi bukti zahir, setelah didalam hati, diucapkan di lisan dan diamalkan dalam kehidupan.

Banyak hikmah ketika kita berada di rumah. Jika selama ini kita bekerja, belajar dan beribadah di luar rumah. Saat kita diam di rumah dan bisa produktif di rumah. Misalnya Menanam singkong, umbi-umbian, untuk bahan pokok. Jualan online juga bisa.

Di rumah jangan malas-malasan, santai-santai, saya khawatir kita kalah dengan Corona. Kuatkan nilai-nilai ibadah walaupun dirumah. Orang yang lemah hatinya tidak bersabar dengan ujian ini. Banyak yang di PHK, di pecat, perusahaan bangkrut dan para napi juga dibebaskan. Himpitan ekonomi hingga kelaparan membuat tingkat kejahatan meningkat. Maka diadakan poskamling karena banyak yang kemalingan.  

Kuatkan hati dengan ibadah kepada Allah Swt. Bersihkan hati. Nabi mengingatkan jika ada sahabat menghina yang lain, jangan kotori hati. Jaga hati agar bersih. Hati yang baik akan sabar ketika menghadapi ujian. Kalaupun kita kalah dalam menghadapi ujian ini, hati kita tetap kepada Allah Swt. Buktikan ibadah kita dengan ketakwaan hati kita. Jangan boros, dan bantu saudara-saudara kita yang terkena dampak Covid-19 ini.

Categories: Uncategorized

There is one comment

  1. http://Sukoco

    MastaAllah sungguh sangat menyejukan hatu tausiah yang diberikan oleh ust. Salman Al-Fariz Lc

    Terima kasih

Post Your Thoughts