Ramadhan Bulan Perubahan Karakter Umat

Oleh : Ust. Syahroni Mardani

Berikut kajian online yang digelar oleh Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) pada Rabu (29/04/2020) melalui video conference yang disampaikan oleh Ust. Syahroni Mardani. Berikut inti sarinya.

Ramadhan mengajarkan banyak hal. Mengajarkan tentang keluar dari rutinis dan perubahan. Sebagian ulama mengatakan Ramahdan sebagai revolusi atas rutinitas. Ramadhan akan membentuk perubahan karakter menjadi perubahan yang lebih baik.

Allah Swt berfirman dalam surat At-tiin ayat 4 yang berbunyi “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,”. Manusia adalah yang paling baik dibandingkan dengan makhluk yang lain.

Manusia dibalik kelebihannya mempunyai karakter baik dan tidak baik. Adanya tuntunan agama agar manusia lebih baik. Diantarnya memperbaiki karakter manusia di bulan Ramadhan.

Allah Swt menyebutkan karakter manusia di dalam Al-Quran tergesa-gesa. Dalam surat Al-Isra ayat 11 yang berbunyi “Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa.” Begitu juga dengan surat Al-Anbiya ayat 37 Allah Swt berfirman “Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa.”

Manusia mempunyai karakter tergesa-gesa. Jika tergesa-gesa akan muncul kepanikan. Kepanikan awal dari penyakit. Ketenangan adalah kesembuhan.

Karakter manusia bersifat tergesa-gesa (al-isra :11) dan al anbiya : 37). Kepanikan awal dari penyakit. Ketenangan adalah kesembuhan.

Agama mengajar melalui Ramadhan agar manusia tidak tergesa-gesa. Ramadhan mengajarkan manusia tentang sabar. Sabar tidak makan dan minum, sabar dalam hal lainnya. Dengan sabar waktunya akan lebih indah. Siapa yang bersenang-senang sebelum waktunya, maka saat waktunya tiba, dia tidak dapat bersenang-senang lagi.

Begitu banyak contoh sabar dalam kehidupan. Sabar sebelum menikah jangan berbuat berbuat zina. Sabar untuk tidak minum khamar di dunia, khamr akan halal di akhirat nanti.

Sabar dalam mencari rizki, dengan mencari yang halal. Jika tidak sabar bisa saja mencari yang haram. Di Ramadhan ini akan dibentuk sifat sabar.

Kisah Sayyidina Ali ketika menitipkan kedelai kepada seseorang, tali kekang keledainya hilang walauapun keledai ada. Orang tersebut menjualnya ke pasar. Padahal Sayyidina Ali sudah sudah menyiapkan upah jaganya. Akhirnya Sayyidina Ali ke pasar dan melihat tali kekang keledainya dan membelinya. Jika orang tersebut mau sabar, maka dia akan mendapat rizki yang halal.

Manusia juga mempunyai karakter lemah. Dijelaskan dalam surat An-nisa ayat 28 “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, karena manusia diciptakan (bersifat) lemah”

Orang mempunyai karakter kuat pasti dilatih. Ramadhan melatih diri kita agar mempunyai jiwa yang kuat. Mendidikan manusia dari lemah ke quwaatul iradah (jiwa yang kuat)

Ramadhan menjadi latihan mengendalikan hawa nafsu. Menahan nafsu makan di siang hari, menahan amarah, menahan seksual dan nafsu-nafsu yang lain.

Ramdhan menjadikan mereka orang yang kuat dalam menghadapi segala keinginan hawa nafsunya. Orang yang memegang teguh agama, bukan sudah kehilangan syahwat. Mereka yang berpenampilan sederhana, bukanlah orang yang tidak paham mode. Orang yang dermawan bukan orang yang tidak suka harta. Tapi mereka yang kuat dan mengendalikan keinginan hawa nafsunya.

Manusia juga mempunyai karakternya tidak terima kasih (17:67) dan lupa. Datanglah Ramadhan mengajarkan tentang mensyukuri nikmat. Nikmat jika sudah tiada baru terasa. Ketika berpuasa tidak makan dan minum, maka kita akan merasakan nikmatnya saat berbuka.

Manusia juga mempunyai karakter sangat kikir. Allah sebutkan dalam surat Al-Isra ayat 100. Sifat manusia aslinya adalah pelit. Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk berbagi, bersedekah kepada sesama. Rosul adalah orang dermawan, bahkan lebih dermawan di bulan Ramadhan.

Karakter manusia suka berdebat juga Allah sebutkan dalam surat Al-Kahfi ayat 54. Berdebat sehingga tidak bisa menjaga lisan. Ramadhan mengajarkan agar kita bisa menjaga lisan. Sebagaimana puasa bicara seperti Maryam.

Categories: Kajian

Post Your Thoughts