Kiat Meningkatkan Kualitas Ramadhan

Oleh : Ust. Dr. Yaqub Amin, M.A

Pejuang Subuh Masjid Raya Pondok Indah (PS-MRPI) menggelar kajian online di bulan Ramadhan pada Sabtu (25/04/2020) via zoom. Berikut inti sari kajian beliau.

Menyimak surat al baqarah ayat 183. Fokus ayat ini adalah menjadi orang bertakwa. Takwa itu merupakan kualitas. Dalam rangka mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. Takwa diambil dari kata al-wiqoyah artinya berhati-hati. Umar bin Khattab mengilustrasikan takwa itu seperti menuruni sebuah bukit yang licin dan terdapat jurang yang dalam. Bagaimana kamu akan turun ke bukit harus hati-hati baik dari sisi kiri dan kanan.

Kualitas ibadah ramadhan harus meletakkan niat yang benar akan memperoleh hasil. Efek dari niat itu adalah menempatkan diri kita sesuai dengan tingkatan shoum. Dalam kitab ihya ulumuddin, ada shoum awwam (kalangan awam) tidak makan dan diminum tetapi tidak bisa mengontrol hawa nafsunya dan perbuatannya.  Ada hhoum khowas ia mampu mengontrol perbuatannya.  Berapa banyak orang yang puasa tapi hanya menahan hausdan  lapar tetapi tidak mendapat apa-apa dari puasanya itu. Puasa yang tidak meninggalkan perbuatan dan perkataan buruk, Allah tidak membutuhkan puasanya. Ia hanya menahan makan dan minum tetapi meninggalkan perbuatan yang sia-sia. Tingkatan paling tinggi adalah mempuasakan hati hingga tidak terlintas pikiran yang negatif.

Ba’da ashar orang kebanyakan ngabuburit. Padahal waktu itu harus banyak doa yang akan di ijabah. Banyak yang bisa kita lakukan seperti menghafal dan melafadzkan dzikir pagi dan petang. Bisa juga tilawatil quran. Bermunajat kepada Allah Swt. Ba’da maghrib kita berdoa dan berbuka. Melaksanakan Taraweh dan bisa daring online dengan zoom. Beranjak tidur di niatkan lebih awal, sekitar jam 2 atau 3 pago, jika belum witir bisa kita dilaksanakan.

Pagi hari kita biasakan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan, bisa memberikan sekedarnya apa yang kita punya. Jangan habis waktu pagi hari untuk tidur, peluang rizki kita akan diambil dan tertutup. Banyak sekali keterangan dalam hadis, bahwa Rosul tidak menyukai tidur ba’da subuh. Dalam perspektif rizki, rizki kita bisa diambil. Hadis tidur adalah ibadah tdk sampai tingkat shahih. Tidur boleh tapi hendaknya mengikuti sunnah rosul sebagai upaya untuk memulihkan badan kita.

Bicara kualitas ada di dalam hati. Sayyidah Aisah Ra mendengar dari Rosulullah SAW ya muqollibal qulub tsabit qolbi ala diinik. Ya Allah yang Maha membolak-balikan hati, tetapkan hati pada agama-Mu.

Kedudukan sebagai hamba beribdah bukan memberi sesuatu kepada Allah, harus dibalik Allah yang memberi kita ibadah ini. Ibadah ini bukti syukur kita kepada Allah Swt.

Dalam surat At-taubah ayat 52 Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”

Hanya kepada Allah kita bertawakal dan berserah diri. Dari sisi agama, jika melihat saudara kamu miskin dan faqir maka bantullah. Berbagi lah. Allah tidak membebanan hamba kecuali hamba yang diberikan kemampuan.

Dalam surat Al-Hadid ayat 22 dan 23 “Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan jangan pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri.”

Maksud Allah menurunkan musibah. Sudah tertulis di lauhul mahfudz.

Simak juga surat Al-Ankabut ayat 2 sd 3. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? ” Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.

Simak juga surat Al-Anfal ayat 24 “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”

Ayat ini menjadi sebuah energi kehidupan kepada kita. Itu adalah hati. Memnuhi seruan Allah dan Rosul-Nya adalah satu-satunya jalan terbaik. Hati harus yakin, hati yang ragu setangah-setangah malah tidak yakin. Sahabat berhasil ketika memenuhi seruan Allah dan Rosul-Nya.

Nasehat Sasyyidina Ali, banyak orang berdoa pada Allah. Namun ada kesenjangan antara ibadah dan suasana hatinya dengan apa yang dimohonkan. Ada kesenjangan  antara dia mohonkan dengan kualitas perilaku atau ibadah yang dilaksanakan.   

Categories: Kajian

Post Your Thoughts