Anjuran Rosulullah SAW Untuk Bersedekah- Ust. Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, M.A

 Komunitas Pejuang Subuh kembali menggelar pengajian kajian fiqih ba’da shubuh pada Sabtu (8/02/2020) di Masjid Raya Pondok Indah (MRPI). Kajian kali disampaikan oleh narasumber Ust. Dr. Ahmad Luthfi Fathullah, M.A dengan tema ‘Anjuran Rosulullah Saw untuk Bersedekah”. Sebelum kajian, seperti biasa jamaah melakukan sholat qiyamulail terlebih dahulu.

Dalam kajiannya, ustadz menyampaikan betapa pentingnya sedekah. “fungsi sedekah itu untuk menghapus atau memadamkan api seperti air, yang penghapus yang menghapus dosa,” terang ustadz yang juga menjabat sebagai direktur pusat hadis.

Ditengah jamaah, Ustad Luthfi menasehati bahwa setiap manusia bisa saja melakukan dosa. “Jika kita berbuat salah atau maksiat kita kudu bertobat, bentuknya bisa keluarin sedekah, kasih uang ke masjid atau orang-orang miskin, dengan sedekah itu akan menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api,” nasehat ustad Luthfi yang pernah belajar ilmu hadis di Damascus University.

Ustad Luthfi melanjutkan, sedekah bisa terus berlanjut walau sudah wafat. “Dalam hadis yang populer, jika ada seseorang yang meninggal maka terputuslah amalanya kecuali tiga. Pertama, sedekah jariyah. Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ketiga, anak sholeh yang mendoakan kebaikkan untuk kedua orang tuanya. Pembahasan hadis ini panjang pak. Doa yang kita panjatkan untuk kedua orang tua, diterima atau tidak adalah urusan Allah. Kita hanya berdoa kebaikkan untuk orang tua kita. Tidak semua orang juga punya ilmu yang bermanfaat, karena tidak semua orang berilmu. Tapi yang punya ilmu tolong dibagi agar manfaat dirasakan oleh banyak orang. Sedekah jariyah semua bisa melakukannya dan tidak terbatas nilainya dan semua bisa sedekah. Modal ikhlas untuk sedekah, cari pondok pesanteren, cari mushola, masjid, anak-anak yatim, janda dan orang-orang yang berhak menerimanya,” ungkap putra betawi asli dan salah satu cucu guru Mughni, tokoh ulama kenamaan era 1800 dan awal 1900-an.

Beliau menambah, sedekah menjadi payung diakherat.”Ada sahabat nabi yang punya kebiasaan ke masjid Nabawi dan selalu bawa sedekahan. Apa saja disedekahin, yang ada dirumahnya dibawa untuk disedekahin. Tiap hari ke masjid dia selalu bawa apa saja untuk disedekahin. Saking udah gak ada lagi yang dibawa, dia cuma bawa bawang. Makan bawang itu makruh, bukan makruh mutlak tapi makruh mukhoyad. Maksudnya, jika kita mau kumpul jangan makan bawang, tapi kalo gak kumpul silahkan makan bawang. Nah dia taruh bawang disitu, akhirnya ada yang ingetin, tapi jawaban orang itu dirumah gak ada lagi yang bisa dibawa. Dia pernah denger dari Rosulullah Saw, jika sedekah tiap hari akan memayungi kita di akherat. Di padang masyhar itu kan panas, nah disitu nanti bakal neduhin kita. Nah payungnya itu adalah sedekah,” papar ustad Luthfi yang mendapat gelar S2 di Jordan University dan S3 di University Kebangsaan Malaysia.  

Categories: Kajian Hadis

Post Your Thoughts