Tadabur Qur’an: Al-Baqarah ayat 130-Ust. Dr. Fahmi Salim, M.A

Pondok Indah. Komunitas Pejuang Subuh kembali menggelar pengajian ba’da subuh hari Minggu (2/02/2020) di Masjid Raya Pondok Indah (MRPI). Pembahasan kali mengenai tadabur Qur’an surat Al-Bawarah ayat 130 yang disampaikan oleh narasumber KH. Dr. Fahmi Salim, M.A. Seperti biasa, sebelum kajian jamaah melakukan sholat subuh berjamaah.

Dalam paparannya, Ustad Fahmi mengatakan, bahwa siapa orang yang membenci agama Ibrahim melainkan dia adalah orang yang membodohi dirinya sendiri. “Orang yang membenci agama Ibrahim Allah mengecap orang tersebut dengan orang yang membodohi dirinya sendiri. Mengapa Allah mengatakan demikian? Karena Ibrahim di dalam Al-Quran sudah diberikan sifat, ciri dan kemuliaan yang banyak terdapat dalam Al-Quran,” terang Ustadz Fahmi yang pernah belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir jurusan tafsir dan ilmu Qur’an.

Ustadz Fahmi melanjutkan, Ibrahim banyak di uji oleh Allah. “Nabi Ibrahim pernah dibakar, pernah ditentang sama keluarganya, penguasa dan raja Namrud, karena dia memprotes dan mengkritik penyembahan berhala akhirnya ia dibakar. Namun Allah ubah sifat api menjadi dingin, kun fayakun. Api menjadi dingin,” ungkapnya yang dulu pernah mondok di ponpes Gontor.

Ustadz Fahmi juga menambahkan, Ibrahim lulus dengan segala ujian. Syariat nabi Ibrahim adalah ibadah haji. “Haji syariat nabi Ibrahim yang asli, kemudian dihidupkan oleh nabi Muhammad SAW. Bukti Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw murni dan otentik berasal dari nabi Ibrahim yaitu ibadah haji. Ada juga ibadah Qurban. Maka Allah muliakan dengan dua syariat yang ditinggalkan nabi Ibrahim,” jelas dosen yang mengajar di Universitas Prof. Hamka ini.

Beliau mengatakan, nabi Muhammad Saw diperintahkan untuk mengikuti Millah nabi Ibrahim. Dalam surat Ali-Imran ayat 95 bahwa Allah menyuruh nabi Muhammad Saw untuk mengikuti millah Ibrahim. Begitu juga dalam surat A-Rum ayat 30. Agama yang lurus itu adalah agama yang diperintahkan oleh Allah agar kita mengikuti sesuai fitrah yang Allah ciptakan bagi manusia. Asal millah Ibrahim dari fitrahnya. Sebagaimana Allah firmankan dalam surat 172. Allah perintahkan kepada nabi Muhammad Saw ketundukan dan kepasrahan kehendak Allah yang diwujudkan dalam bentuk syariat untuk manusia. Maka siapa yang membenci agama Ibrahim, syariat Ibrahim melainkan dia orang-orang yang bodoh, karena mereka mengingkari nikmat dan kehendak Allah Swt,” ujar wakil ketua komisi dakwah MUI pusat ini. (DNI)  

Categories: Uncategorized

Post Your Thoughts