Kajian Ba’da Subuh Ahad – Tafsir Al Baqarah 125 – KH. Rusli Hasbi, Lc. MA

Pondok Indah. Komunitas Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) setiap Sabtu dan Ahad menggelar kajian ba’da subuh di masjid raya pondok indah (MRPI) Jakarta Selatan. Pada Ahad (19/01/2020) kajian ba’da subuh kali ini bersama KH. Dr. Rusli Hasbi, Lc. MA., dengan tema “Tadabur Al-Quran surat Al-Baqarah dimulai dari ayat 125”.

Kyai Rusli menjelaskan, bahwa ayat ini agar manusia selalu di bawah lindungan agama. “Manusia senantiasa selalu dalam lindungan dan naungan agama. Ada makna secara lahir, bahwa ka’bah merupakan tempat berkumpul dan menjadi tempat yang aman bagi manusia. Ada juga makna lain, yaitu manusia harus dibawah lindungan agama. Jika ada manusia yang tidak berada dalam lindungan agama, maka manusia tersebut tidak aman,” ujarnya penuh semangat.

Kyai Rusli melanjutkan, maqam Ibrahim dalam ayat ini ada 3 makna. “makna pertama adalah tempat berdiri seseorang. Makna ke-dua adalah kuburan. Makna ke-tiga adalah posisi seseorang di tengah masyarakat. Dalam ayat ini tempat maqam, tempat berdiri Ibrahim saat membangun ka’bah dijadikan tempat shalat. Dalam pandangan manusia, mungkin hina karena tempat injakan Ibrahim, kok Allah suruh dijadikan tempat sujud. Tempat maqam Ibrahim menjadi mulia, karena Allah Swt menyuruh membangun ka’bah. Agama mengatur manusia agar tidak dalam kehinaaan tetapi dalam kemuliaan. Mari segala pikiran, tenaga, kekuatan dan kesehatan kita untuk agama Allah, maka kita akan terhormat,” ungkap mubaligh international asal Aceh ini.

Kyai Rusli kembali menjelaskan, bahwa kebersihan rumah Allah harus dijaga sebagaimana juga masjid harus diperhatikan. “Tidak hanya ka’bah, masjid juga harus dijaga dan selalu dalam keadaan bersih. Sebagaimana Allah perintahkan Ibrahim dan Ismail untuk membersihkan rumah (Baitullah) untuk orang-orang tawaf, orang-orangruku dan orang-orang yang sujud. Rumah Allah juga masjid, artinya semua harus bersih, termasuk toilet, WC dan kamar mandi masjid. Sering kali WC masjid kotor, kumuh, bukan WC yang bau, tapi yang bau kotorannya. Bukannya pengurus masjidnya tidak punya dana, tapi pengurusnya tidak mempunya pengetahuan agama yang luas. Jika kita lihat WC masjid kotor, bau, dan kita tidak mau membersihkannya, kita kasih uang aja agar ada orang yang membersihkannya,” terang beliau yang S1 lulusan Al-Azhar University.

Kyai Rusli Hasbi melanjutkan, ayat Al-Baqarah ayat 126 terkait dengan penataan kota. “Ibrahim sudah membersihkan dan merapihkan rumah Allah, artinya penataan agama dulu. Ibrahim menjadi pemimpin kota Mekkah. Kemudian ia berdoa agar kota Mekkah menjadi kota penuh keamanan. Aman lebih penting dari ekonomi. Bela agama dulu, rapihkan dan bersihkan ka’bah, kemudian jadikan kota aman. Kemudian Ibrahim berdoa agar negeri ini diberikan keberkahan rezeki berupa buah-buahan, ini sudah termasuk ekonomi. Kenapa buah-buahan? sebab buah-buahan penting untuk kesehatan,” jelas beliau yang lulus S2 dari Omdurman Islamic University.

“Siapa yang berhak hidup aman, rezeki melimpah, tidak semua orang kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah Swt. Adapun orang-orang kafir jatah rezekinya tidak seperti orang Islam. Orang-orang beriman kepada Allah Swt lebih banyak jatah rezekinya. Orang-orang kafir akan diseret ke dalam neraka dan terpuruk di dalamnya,” lanjut kya Rusli Hasbi yang menyelesaikan gelar Doktornya di International University of Africa.

Beliau melanjutkan, di ayat 127-128 ketika ka’bah selesai di bangun oleh Ibrahim dan Ismail dan beliau berdoa. “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan ibadah (haji) kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. Inilah sosok pemimpin yang memperhatikan agama, pencitraanya bukan kepada manusia, tetapi kepada Allah,” tutupnya. (Deni Darmawan)

Categories: Kajian

Post Your Thoughts