Al-Quran Memberi Isyarat Tentang Ilmu Pengetahuan – Ust. Ahmad Sarwat Lc, MA

Pondok Indah. Kajian komunitas Pejuang Subuh Pondok Indah (PSPI) selalu menarik untuk dihadiri dan disimak. Tema kajian pada sabtu pagi (18/02/2020) yang bertema “Islam dan Sains” yang disampaikan oleh narasumber Ust. Ahmad Sarwat, Lc., MA. Pengajian berlangsung di ruang utama masjid pondok indah. Sebelum pengajian diawali dengan sholat tajahud. Setelah ba’da subuh pengajian di gelar, dan ditutup dengan cofee break bareng narasumber sambil sharing.

Dalam kajiannya ustadz Sarwat menyampaikan, bahwa para ulama banyak mengkaji ayat-ayat suci Al-Quran berkenaan dengan ayat-ayat ilmu pengetahuan atau sains. “Para ulama mengatakan ada yang bilang sebanyak 800 ayat, 1000 ayat, bahkan ada ulama yang bilang sebanyak 77.200 ayat mengenai fenomena alam semesta atau ilmu pengetahuan. Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa setiap satu kata dalam Al-Quran mengandung 1 cabang ilmu. Misalnya kata hujan. Akan banyak pertanyaan tentang hujan, ada makna zahir dan bathin mengenai hujan,” terang pendiri rumah fiqih Indonesia ini.

Ustadz Sarwat menambahkan, ayat suci Al-Quran banyak memberi isyarat tentang ilmu pengetahuan. “Syaikh Abu Fadhol Al-Mursi pernah mengatakan, begitu banyak ilmu dalam Al-Quran karena ada isyarat terhadap ilmu pengetahuan. Misalnya kata pakaian. Isyarat ayat ini jauh kedepan yaitu industri pakaian. Di dalam surat Qs. Al’Araf ayat 22, ayat ini menceritakan tatkala Adam dan Hawa tinggal di surga memakai pakaian surga, namun ketika memakan buah khuldi pakaian surga mereka tercopot, dan hanya ditutupi daun. Bagi orang yang berilmu dan kritis, maka ayat ini memberi isyarat tentang pakaian. Misalnya lagi tentang kayu, mengolah kayu hingga bermanfaat untuk umat, sehingga dengan kayu bisa dimanfaat untuk membuat perahu, terkait dengan ilmu arsitektur dan berkenaan dengan kisah Nabi Nuh As,” jelasnya.

 Ustadz Sarwat melanjutkan, isyarat mengenai ilmu dengan membangun rumah dari tanah liat atau lempung. “Perkembangan manusia dalam membuat rumah dengan tanah liat, karena cuaca baik hujan maupun panas, tanah liat tidak bertahan dengan lama. Akhirnya tanah liat di bakar menjadi keras dan kering hingga menjadi batu bata kemudian dijadikan istana dan bangunan yang lebih megah lagi yang kuat dan kokoh. Hal ini sudah ada di dalam Al-Quran, sebagaiman Fir’aun yang membakar tanah liat atau lempung untuk membuat bangunan yang besar,” ujarnya.

 Beliau juga mengatakan, ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah kitab Hidayah. “Abu Ishaq As-suyuthi mengatakan bahwa Al-Quran intinya mengenai ibadah, muamalah dan syariah. Begitu juga dengan Syaik Mahmud Syaulthot selaku Syaikh dari Al-Azhar bahwa Al-Quran bukan kitab mengenail ilmu pengetahuan, tetapi kitab hidayah (petunjuk) berisi syariah,” terangnya.

Suasana Coffee Break Selepas Kajian

“Al-Quran mempunyai tinggi bahasa yang tinggi, bernilai sastra. Penafsiran ulama tafsir klasik dan ulama tafsir kekinian juga berbeda dalam menafsirkan ayat-ayat terkait fenomena alam. Karena Al-Quran mempunyai bahasa sastra tidak bisa dibentukan dengan sains,” tutupnya.  Kajian kali ini dihadiri kurang lebih 40 orang. Suasana santai dalam cofee break menjadi penutup dalam setiap kajian. (Deni Darmawan)

Categories: Kajian

Post Your Thoughts